Kisah Nyata Di Balik Cerita Misteri Gilang Bungkus Dan Fetish Pocong Jarik

Di akhir bulan Juli 2020 Warganet di kejutkan dengan trendingnya Misteri Gilang Bungkus Dan Fetishnya tentang Pocong Jarik. Kasus dugaan pelecehan seksual dengan kedok penelitian ilmiah ramai dibicarakan di sosial media. 

Gilang, yang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Surabaya, dituding sebagai pelakunya. Kasus ini menarik perhatian karena Gilang dinilai memiliki fetish membungkus orang lain dengan kain jarik atau kain batik. 

Itulah kenapa sosoknya disebut sebagai " Gilang Bungkus". Kasus ini muncul setelah pihak yang mengaku sebagai salah satu korban menceritakan pengalamannya dalam sebuah utas di Twitter.



MF mengatakan bahwa awalnya tak ada yang aneh. Gilang yang mengklaim sebagai mahasiswa Universitas Airlangga menjelaskan bahwa dirinya saat ini tengah mengerjakan riset tugas akhir, dan memerlukan bantuan MF. Gilang kemudian meminta MF memberikan nomor telepon.

Obrolan keduanya pun berlanjut di aplikasi WhatsApp. Gilang menjelaskan bahwa dalam penelitian itu, MF diminta untuk membungkus diri dengan lakban dan kain jarik. Gilang ingin tahu reaksi yang ditimbulkan dari penelitiannya.


Awalnya, MF sempat menolak. Namun, ia luluh karena rasa kasihan.
"Kasihan saja. Dia kan juga mohon-mohon. Kata dia, maba (mahasiswa baru) mana tahu susahnya mahasiswa lama," ujarnya.


MF pun mau menuruti perintah Gilang melalui WhatsApp. Dengan bantuan seorang kawannya, tubuh MF kemudian dililit lakban, hingga mata dan mulutnya tertutup. Badannya lalu dibungkus jarik, rapat-rapat.

Proses pembungkusan yang didokumentasikan itu berlangsung selama tiga jam. Foto dan videonya kemudian dikirimkan kepada Gilang dengan dalih laporan penelitian. 

"Ya sesak nafas, panas dan gerah," kata MF mengingat kembali kejadian itu.


Namun alih-alih berterima kasih atau meminta maaf, Gilang malah mengirimkan pesan bernada godaan kepada MF. Tak hanya itu, Gilang kemudian meminta MF mengulangi adegannya dari awal karena terjadi kesalahan. MF pun keberatan.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unair, Adnan Guntur, mengatakan bahwa Gilang memang sudah kerap menjadi perhatian warga karena kelakuannya. Gilang bahkan pernah diarak warga keliling kampung di Gubeng, Surabaya.

"Dan tahun itu juga tahun 2018 atau 2017, yang bersangkutan itu diarak sama warga, membawa papan bertuliskan 'Saya tidak akan melakukannya lagi'. Saya tidak tahu kasus apa. Itu di Gubeng," kata Adnan.

Untuk saat ini berita Gilang Bungkus sangan menghebohkan jagat dunia maya dan diliput oleh banyak media.
Sumber : Berbagai Sumber

0 Response to "Kisah Nyata Di Balik Cerita Misteri Gilang Bungkus Dan Fetish Pocong Jarik"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel