Riset Baru dan Misteri di Balik Kain Kafan dari Torino

Riset Baru dan Misteri di Balik Kain Kafan dari Torino
Riset Baru dan Misteri di Balik Kain Kafan dari Torino

Duniamisteri666 - Mungkin Anda pernah mendengar Kain kafan dari Torino yang selalu menjadi perdebatan sejak dulu. Kini, sebuah teori baru mulai datang lagi. Kain Kafan dari Torino adalah kain kafan yang memiliki gambaran wajah manusia yang tampak lelah setelah disiksa dengan tangan menyilang.

Diduga bahwa kain kafan itu merupakan kain yang digunakan untuk membungkus tubuh Yesus setelah disalib. Wajah yang tampak pada kain kafan itu adalah wajah Yesus. Mantan Paus Benediktus XVI pernah mengungkapkan bahwa gambaran wajah pada kain itu selalu mengingatkan tentang penderitaan Kristus.

Tapi, beberapa ilmuwan yang pernah melakukan peneliti meragukan kepercayaan. Bahkan, kain kafan itu diduga tak berasal dari zaman Yesus disalib. Penelitian yang dilakukan pada tahun 1988 oleh ilmuwan dari Universitas Oxford mengungkapkan, kain kafan itu berusia 728 tahun, artinya dari zaman pertengahan.

Peneliti lain yang dilakukan tahun lalu oleh Universitas Padua di Italia mengungkap bahwa kain itu berasal dari masa 300 SM - 400 Masehi. Sementara sebuah makalah yang dipublikasikan dalam jurnal Meccanica, Februari 2014, menyatakan bahwa wajah serupa Yesus pada kain kafan Torino itu dihasilkan oleh gempa.
Baca Juga :
Salah satu profesor Politeknik Alberto Carpinteri dari Torino yang menulis makalah itu, menyatakan wajah itu dibentuk karena gempa bermagnitud 8,2 yang mengguncang Jerusalem pada tahun 33 Masehi.

Tahun saat gempa terjadi mendekati tahun kematian Kristus yang diperkirakan antara 30-36 Masehi. Gempa dahsyat itu melepaskan radiasi netron dari tumbukan di batuan. Dari sinar-X, radiasi netron yang dilepaskan karena gempa memicu reaksi sehingga sebuah wajah tercetak pada kain kafan yang menempel pada jenazah.

Radiasi partikel netron itu juga mengelabui penanggalan karbon, membuat ilmuwan kerap kali menduga bahwa kain kafan itu berusia lebih muda. Riset lain pernah mengungkapkan, kemungkinan wajah pada kain kafan Torino itu adalah hasil radiasi netron. Namun, sumber radiasi netron itu belum diketahui.

Terkait dengan pandangan Carpinteri, Mark Antonacci, Presiden Resurrection of the Shroud Foundation, baru saja mengirim petisi kepada Paus Fransiskus agar meneliti kain itu. Antonacci meminta Paus mengizinkan penggunaan teknik molekuler guna mengetahui kebenaran teori radiasi itu.

Christopher Ramsey, Direktur Oxford Radiocarbon Accelerator Unit, mempertanyakan pandangan Carpinteri. Mengapa radiasi memengaruhi kain itu, tetapi tidak material lain? Menurut Ramsey, pandangan Carpinteri belum mampu menyelesaikan teka-teki kain kafan Torino dan apakah wajah pada kain itu memang milik Yesus.

Sumber: Telegraph
Baca Juga :

0 Response to "Riset Baru dan Misteri di Balik Kain Kafan dari Torino"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel